Minggu, 3 Maret 2024

Misi Pemeliharaan Teleskop Hubble

Budi Santoso
Selasa, 10 Oktober 2023 19:05:00
Salah satu foto galaksi di alam semesta hasil jempretan teleskop Hubble.(facebook/@Hubble Space Telescope)

Murianews, Kudus – Hubble Space Telescope atau teleskop Hubble telah mengalami sejumlah misi pemeliharaan selama masa pengoperasiannya. Misi-misi perbaikan ini dilakukan untuk mengganti instrumen yang rusak, meningkatkan kinerja, dan memperpanjang masa pakai teleskop.

Misi perbaikan pertama dilakukan setelah ditemukan masalah optik pada cermin utama Hubble. Pada Desember 1993, astronot yang dikirim memasang instrumen-instrumen baru dan cermin koreksi optik COSTAR.

Perbaikan ini dilakukan setelah gambar-gambar foto yang ditangkap menggalami bluur. Setelah dievaluasi, ternyata ada pergeseran titik fokus pada lensanya, akibat pergeseran jarak letak lensanya.

Perbaikan berikutnya dilakukan untuk mengganti kamera WFPC-1 (Wide Field and Planetary Camera 1) dengan WFPC-2 yang lebih canggih. Instrumen-instrumen lain juga diperbaiki dan ditingkatkan kemampuannya.

Pada Desember 1999 misi perbaikan terhadap teleskop Hubble kembali dilakukan. Pada misi ini, instrumen STIS (Space Telescope Imaging Spectrograph) dan NICMOS (Near Infrared Camera and Multi-Object Spectrometer) diperbaiki dan ditingkatkan.

Pada misi perbaikan yang ketiga, Maret 2002, astronot mengganti gyro dan melakukan perbaikan pada ACS (Advanced Camera for Surveys) dan STIS. Perbaikan ini semakin menambah canggih kemampuan Hubble.

Misi Perbaikan teleskop Hubble yang terakhir dilakukan pada Mei 2009. Misi perbaikan ini dilakukan sebelum penarikan Hubble dari layanan rutin. Para astronot memasang instrumen baru seperti kamera WFC3 (Wide Field Camera 3) dan COS (Cosmic Origins Spectrograph).

Setelah dihentikannya pengoperasian pesawt Shuttle, mengakhiri era perbaikan dengan menggunakan pesawat ulang-alik. Selama misi-misi perbaikan ini, tim teknisi dan astronot bekerja keras untuk menjaga ‘kesehatan’ dan kinerja Hubble Space Telescope.

Setiap misi perbaikan telah membantu memperpanjang masa pakai teleskop dan meningkatkan kemampuannya untuk melakukan pengamatan astronomi yang luar biasa. Pada tahun 2021, Hubble tetap beroperasi dan terus memberikan data yang berharga kepada komunitas ilmiah.

Perkiraan umur operasional Hubble telah berubah seiring waktu, terutama setelah perbaikan dan upgrade yang dilakukan dalam Misi Servicing Space Shuttle ke-4 (STS-125) pada tahun 2009. Setelah misi tersebut, Hubble diharapkan dapat beroperasi hingga sekitar tahun 2030-an atau lebih lama, tergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi peralatan dan baterai, ketersediaan instrumen ilmiah yang berfungsi, dan anggaran yang tersedia untuk operasionalnya.

Sejak tahun 2009, Hubble telah berlanjut untuk menjalankan berbagai proyek penelitian dan menghasilkan banyak data ilmiah yang penting. NASA dan mitra internasional terus memantau dan merencanakan perawatan rutin dan pemeliharaan jarak jauh untuk memaksimalkan masa operasional Hubble sejauh mungkin.

Namun, setiap tahun yang berlalu meningkatkan risiko kerusakan dan degradasi peralatan. Hubble memiliki gyroscopes, baterai, dan komponen lainnya yang terpakai seiring waktu. Ketika komponen-komponen ini gagal, mereka perlu digantikan atau diperbaiki melalui operasi jarak jauh, yang dapat menjadi tantangan.

Selama bertahun-tahun, rencana masa depan untuk Hubble telah berubah, dan ada rencana untuk menggantikan Hubble dengan observatorium luar angkasa lainnya yang lebih canggih di masa mendatang. Tetapi sejauh ini, Hubble terus berfungsi dengan baik dan terus menyumbangkan pengetahuan astronomi yang berharga.

Jadi, sementara kita tidak dapat dengan pasti memperkirakan berapa lama Hubble akan beroperasi. Para ilmuwan dan insinyur terus berusaha memaksimalkan masa operasionalnya selama mungkin. (berbagai sumber)

Komentar