Minggu, 3 Maret 2024

Catatan Sejarah dan Momen Penting Tanggal 11 November

Dani Agus
Sabtu, 11 November 2023 09:08:00
Pangeran Diponegoro (wikipedia.org)

Murianews, Kudus – Ada beragam catatan sejarah dan momen penting yang terjadi pada tanggal 11 November dari tahun ke tahun. Selain dari dalam negeri, ada banyak catatan sejarah yang terjadi di berbagai negara lainnya.

Salah satunya adalah hari lahirnya Diponegoro, pahlawan Indonesia pada tahun 1743. Bendara Raden Mas Mustahar (atau biasa dikenal dengan nama Pangeran Diponegoro), nama yang berkaitan dengan ”fajar” dalam istilah Jawa, sehingga berarti ”Sang Bangsawan yang lahir pada Fajarnya” lahir di Kaputren, Keraton Yogyakarta, pada pukul 3.30-4.00, 11 November 1785, tepat menjelang fajar, saat sahur pada 8 Muharam 1200 H.

Dalam tarikh Jawa, hari kelahirannya itu sangat bertuah karena jatuh pada bulan Sura, bulan pertama dalam tahun Jawa, ketika secara tradisional, kerajaan baru didirikan dan gelombang sejarah baru dimulai. Lahir pada Jumat Wage merupakan hari penting dalam bacaan almanak atau primbon Jawa modern. Pangeran Diponegoro (11 November 1785-8 Januari 1855) adalah salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia, yang memimpin Perang Diponegoro atau Perang Jawa selama periode tahun 1825 hingga 1830 melawan pemerintah Hindia Belanda.

Sejarah mencatat, Perang Diponegoro atau Perang Jawa dikenal sebagai perang yang menelan korban terbanyak dalam sejarah Indonesia, yakni 8.000 korban serdadu Hindia Belanda, 7.000 pribumi, dan 200 ribu orang Jawa serta kerugian materi 25 juta Gulden.

Diponegoro lahir di Yogyakarta pada tanggal 11 November 1785 dari ibu yang merupakan seorang selir (garwa ampeyan), bernama R.A. Mangkarawati, dari Pacitan dan ayahnya bernama Gusti Raden Mas Suraja, yang di kemudian hari naik takhta bergelar Hamengkubuwana III.

Pangeran Diponegoro sewaktu dilahirkan bernama Bendara Raden Mas Mustahar, kemudian diubah menjadi Bendara Raden Mas Antawirya. Nama Islamnya adalah Abdul Hamid. Setelah ayahnya naik takhta, Bendara Raden Mas Antawirya diwisuda sebagai pangeran dengan nama Bendara Pangeran Harya Dipanegara.

Ketika dewasa, Pangeran Diponegoro menolak keinginan sang ayah untuk menjadi raja. Ia sendiri beralasan bahwa posisi ibunya yang bukan sebagai istri permaisuri, membuat dirinya merasa tidak layak untuk menduduki jabatan tersebut.

Pangeran Diponegoro dikenal sebagai pribadi yang cerdas, banyak membaca, dan ahli di bidang hukum Islam-Jawa. Dia juga lebih tertarik pada masalah-masalah keagamaan ketimbang masalah pemerintahan keraton dan membaur dengan rakyat. Sang Pangeran juga lebih memilih tinggal di Tegalrejo, berdekatan dengan tempat tinggal eyang buyut putrinya, yakni Gusti Kangjeng Ratu Tegalrejo, permaisuri dari Sultan Hamengkubuwana I, daripada tinggal di keraton

Berikut daftar sejarah lainnya tanggal 11 November, seperti dilansir dari Wikipedia:

1675

Gottfried Leibniz menunjukkan kalkulus integral untuk pertama kalinya untuk mencari luas di bawah grafik sebuah fungsi y = f(x) dengan menggunakan antiderivatif.

1743

Ditandatanganinya Perjanjian Paku Buwono II antara Kesultanan Mataram dengan VOC; Surabaya dikuasai sepenuhnya oleh VOC.

1785

Hari lahirnya Diponegoro, pahlawan Indonesia (w. 1855).

1918

Peletakan senjata antara para Sekutu dan Kekaisaran Jerman meakhiri Perang Dunia Pertama. Polandia merdeka untuk kedua kalinya.

1946

Berawalnya Perundingan Linggarjati.

1975

Angola merdeka dari Portugal.

1978

Maumoon Abdul Gayoom memulai masa bakti pertamanya sebagai Presiden Maladewa.

1981

Antigua dan Barbuda menjadi anggota PBB.

2004

Meninggalnya Yasser Arafat, pemimpin Palestina (l. 1929).

2011

Pembukaan SEA Games 2011.

2013

Portal Informasi Harga Pangan resmi diluncurkan

Komentar