Minggu, 3 Maret 2024

Bikin Haru, Ortu Gantikan Anaknya yang Meninggal Wisuda di UMKU

Yuda Auliya Rahman
Kamis, 7 September 2023 15:54:00
Orang tua wisudawan mewakili penerimaan ijazah karena putrinya telah meninggal (Murianews/Istimewa)

Murianews, Kudus – Suasana haru tersaji dalam prosesi wisuda ke-27 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Kamis (7/9/2023) di Crystal Building kampus setempat. Momen sedih ini, terjadi saat ada orang tua wisudawan yang mewakili putrinya yang sudah meninggal untuk menerima ijazah dan toga kelulusan.

Wisudawan yang sudah tutup usia saat menempuh pendidikan di UMKU tersebut adalah Diyah Putri Rahayu Utami dari Program Studi S1 Keperawatan, asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Diyah tutup usia pada 8 Februari 2023 setelah mengalami sakit Guillain-Barre Syndrom atau penyakit autoimun.

Isak tangis pecah saat pembaca acara prosesi wisuda memanggil kedua orang tua Diyah untuk menerima ijazah, toga dan plakat menggantikan Diyah.

Supriadi, seorang purnawirawan Polri dan Siti Rukhayah yang merupakan orang tua wisudawan beranjak dari kursi menuju ke panggung. Saat itu, ibunda dari Diyah tak kuat menahan tangis dan kesedihan, sempat terlihat berat saat naik ke panggung.

Namun, tak berselang lama akhirnya ibunda dari Diyah memberanikan diri untuk naik ke panggung menyusul suaminya dan ikut menerima ijazah milik putri kesayangannya. Sontak tangis air mata pun tak mampu terbendung dalam momen yang mengharukan ini.

Supriadi mengatakan, putri bungsunya tersebut bercita-cita sebagai Polwan. Namun, ia berkeinginan untuk terlebih dahulu menempuh pendidikan dan ingin mendapatkan ilmu tentang keperawatan dengan berkuliah di UMKU.

”Tugas akhir skripsi sudah mulai dikerjakan, dan kami diberitahu itu. Saat itu tidak pernah mengeluh soal kondisi kesehatan,” ucapnya usai mewakili almarhumah putrinya untuk menerima Ijazah.

Siti Ruhkhayah, Ibunda Diyah menyebut, sekitar sebulan sebelum putrinya meninggal sempat pamit untuk mengurus keperluan pernikahan dengan calon suaminya di Surabaya. Namun, tiba-tiba keluarga mendapat kabar bahwa putrinya terjatuh dan mengalami kelumpuhan. Saat itu, langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

”Dokter menyatakan kalau putri saya terkena GBS atau penyakit autoimun. Setelah itu dirawat di ICU sampai 22 hari dan meninggal pada 8 Februari 2023,” ujarnya.

Orang tua, sambung Siti Rukhayah, mengaku sangat bangga dengan putrinya tersebut. Terlebih putrinya suka membantu orang tua ataupun orang lain yang tengah membutuhkan bantuan. Diyah Putri juga dikenal sebagai gadis yang energik dan aktif diberbagai kegiatan positif.

”Bagaimanapun kami sangat bangga menerima ijazah ini. Kami dedikasikan untuk putri kami,” imbuhnya.

Editor: Dani Agus

TAG

Komentar