Presiden Jokowi Minta Guru Tak Tutupi Kasus Bullying di Sekolah
Cholis Anwar
Minggu, 3 Maret 2024 12:48:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Pada Pembukaan Kongres XXIII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2024 pada Jumat (1/3/2024), Presiden Jokowi mengemukakan pesan tegas terkait perlunya transparansi dalam penanganan kasus perundungan atau bullying di sekolah.
Dalam pidatonya yang terekam dan diunggah di akun YouTube Resmi Sekretariat Presiden, Jokowi menekankan pentingnya tidak menutup-nutupi kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah.
”Jangan sampai kasus bullying ditutup-tutupi, tapi (harusnya) diselesaikan,” tegas Jokowi.
Presiden menyoroti praktik penutupan kasus bullying yang masih sering terjadi di beberapa sekolah. Menurutnya, daripada menyembunyikan masalah, sekolah seharusnya berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan serta melakukan langkah-langkah pencegahan.
”Biasanya kasus bullying ditutup-tutupi untuk melindungi nama baik sekolah. Saya kira yang baik adalah menyelesaikan dan memperbaiki,” ungkapnya.
Jokowi mengakui keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus bullying, kekerasan, dan pelecehan di lingkungan sekolah. Ia menegaskan hal semacam itu tidak boleh lagi dibiarkan terjadi di institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa.
”Ini tidak boleh terjadi lagi, dibiarkan berlarut sekolah. Harus menjadi safe house, harus menjadi rumah yang aman bagi siswa-siswa kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk belajar, berinteraksi, dan berkarya tanpa rasa takut atau ketidaknyamanan.
”Jangan sampai ada siswa yang tertekan di sekolah, tidak betah di sekolah,” katanya.
Jokowi juga menaruh harapan besar pada para guru untuk menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman bagi para siswa.
”Dan saya menaruh harapan besar pada Bapak-Ibu guru untuk menjadi ujung tombak untuk menciptakan sekolah yang nyaman, menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi anak-anak kita,” pungkas Jokowi.



