Biologi UNDIP Gelar Kuliah Internasional Bareng Pakar dari UPM
Anggara Jiwandhana
Senin, 15 Desember 2025 08:00:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) terus memperkuat visinya sebagai World Class University. Melalui Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika (FSM), UNDIP sukses menggelar kuliah tamu internasional pada beberapa waktu lalu.
Acara ini menghadirkan ahli dari Universiti Putra Malaysia (UPM), yaitu Assoc. Prof. Ts. Dr. Dzarifah Mohamed Zulperi, seorang pakar terkemuka di bidang fitopatologi (ilmu penyakit tanaman).
Dr. Dzarifah Mohamed Zulperi membawakan materi utama bertajuk Impact of Plant Diseases on Agricultural Productivity. Kuliah ini mengupas tuntas peran penyakit tanaman dalam mempengaruhi hasil pertanian global dan berbagai strategi mitigasi yang dapat diterapkan.
Acara yang digelar secara daring (melalui Zoom) ini dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan pembukaan oleh MC, Lailia Nofiana, sambutan dari Ketua Panitia Dr. Yulita Nurchayati serta sambutan dari Ketua Departemen Biologi, Prof Sapto Purnomo Putro.
Sesi pemaparan materi kemudian dimoderatori oleh Dr. Endang Saptiningsih
”Acara Visiting Professor ini tidak hanya sebatas kuliah umum, tetapi juga menjadi fondasi kuat untuk membangun kolaborasi riset yang lebih erat antara UNDIP dan UPM,” ucap Dr Yulita Nurcahyani.
Acara ini, tambahnya, juga diharapkan dapat memperkuat hubungan kerjasama antara Universitas Diponegoro dan Universiti Putra Malaysia. Serta membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk terlibat dalam riset internasional.
”Selain itu, melalui acara ini, UNDIP juga berupaya memperluas kapasitas riset di bidang fisiologi tumbuhan dan mendukung pengembangan kolaborasi penelitian yang lebih baik,” tambah Yulita.
Dalam acara ini juga, panitia dan narasumber turut mendiskusikan rencana joint research antara kedua universitas, yang akan fokus pada pengembangan solusi untuk mengatasi dampak penyakit tanaman terhadap sektor pertanian.
Kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan riset yang aplikatif dan memperkaya pengetahuan dalam bidang fitopatologi.
”Program Visiting Professor ini adalah upaya UNDIP untuk mendukung visi menjadi universitas kelas dunia, meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian, serta memperkuat reputasi internasional di kalangan akademisi global,” tutupnya.



