Dalam bahasa Nepal, sambutan para sherpa itu berarti, "Kalian telah mencapai Everest, Tuan!". Keberhasilannya membuat Edmund Hillary kemudian mendapatkan gelar Sir oleh Ratu Inggris.
Sejak itu, namanya termasyur bersama Tenzing Norgay. Meski demikian petualangannya tidak pernah berhenti hingga akhir hayatnya. Banyak hal yang dikerjakan Hillary sejak itu.
"Bukan gunung yang kami taklukkan, namun diri kami sendiri," kata Hillary seperti dikutip dari buku Great People: Fascinating Moments and Stories Behind. Sebuah sikap rendah hati yang mulia.
Di ekpedisi Hunt yang membawa Hillary dan Tenzing berhasil menjadi orang pertama di puncak Everest, sebenarnya ada Tom Bourdillon dan Charles Evans. Mereka inilah yang sebenarnya dianggap sebagai pendaki tertangguh di Ekspedisi Hunt itu.
[caption id="attachment_380584" align="alignleft" width="1195"]

Sir Edmund Hillary bersama Neil Amstrong, di Artik. (facebook.com/photo?fbid)[/caption]
Edmund Hillary sendiri sebenarnya bukan orang Inggris. Pendaki ini berasal dari Selandia Baru. Dia dilahirkan pada pada 20 Juli 1919 di Auckland, Selandia Baru.
Kecintaannya pada pendakian gunung berawal dari perjalanan wisata sekolahnya di gunung Ruapehu pada tahun 1935. Momen itu sangat mengesankannya, sehingga membuatnya memutuskan untuk menjadi pendaki gunung.
Hillary melakukan pendakian besar pertamanya pada tahun 1939, saat mencapai puncak Gunung Oliver. Gunung Oliver adalah satu dari 17 puncak Pegunungan Southern Alps di Selandia Baru. Puncak-puncak gunung lain segera dicapainya beberapa tahun berikutnya.Setelah berhasil mencapai puncak Everest, dalam kurun waktu 1956-1965, Hillary mendaki 10 puncak lain di pegunungan Himalaya. Pada 1958 ia memimpin tim Selandia Baru mencapai Kutub Selatan.
BACA JUGA: Mengenang Kerberhasilan Pendakian Everest PertamaSebuah petualangan hebat juga dilakukannya pada tahun 1985. Saat itu dirinya menemani Neil Armstrong terbang melintasi Arktik dan mendarat di Kutub Utara.Kegiatan sosial juga dilakukan Hillary setelah kegiatan petualangannya berkurang. Kecintaannya pada sherpa yang telah mendampinginya selama pendakian di Himalaya diwujudkannya dalam banyak perhatian pada mereka.Sherpa adalah suku yang menghuni bagian lereng selatan Himalaya. Mereka sangat mengenal Himalaya, dan sesungguhnya merupakan pendaki-pendaki paling tangguh di Himalaya.Untuk para Sherpa, dengan kemasyurannya Hillary membangun sekolah, rumah sakit, dan banyak fasilitas lain untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Pada 2003 Hillary akhirnya secara resmi dianugerahi kewarganegaraan Nepal, sebagai penghormatan atas jasanya bagi Nepal.Sir Edmund Hillary meninggal dunia pada 11 Januari 2008. Sebagian besar sisa hidupnya diberikan untuk kecintaannya pada Sherpa. Orang-orang yang sangat dicintainya.
Murianews, Kudus – “Everest Khatm, ho gya, Sahib!," begitulah sambutan para sherpa yang menyambutnya usai turun dari puncak Everest pada 23 Mei 1953. Saat itu baru saja Edmund Hillary dan Tenzing Norgay berhasil menggapai atap dunia.
Dalam bahasa Nepal, sambutan para sherpa itu berarti, "Kalian telah mencapai Everest, Tuan!". Keberhasilannya membuat Edmund Hillary kemudian mendapatkan gelar Sir oleh Ratu Inggris.
Sejak itu, namanya termasyur bersama Tenzing Norgay. Meski demikian petualangannya tidak pernah berhenti hingga akhir hayatnya. Banyak hal yang dikerjakan Hillary sejak itu.
"Bukan gunung yang kami taklukkan, namun diri kami sendiri," kata Hillary seperti dikutip dari buku Great People: Fascinating Moments and Stories Behind. Sebuah sikap rendah hati yang mulia.
Di ekpedisi Hunt yang membawa Hillary dan Tenzing berhasil menjadi orang pertama di puncak Everest, sebenarnya ada Tom Bourdillon dan Charles Evans. Mereka inilah yang sebenarnya dianggap sebagai pendaki tertangguh di Ekspedisi Hunt itu.
[caption id="attachment_380584" align="alignleft" width="1195"]

Sir Edmund Hillary bersama Neil Amstrong, di Artik. (facebook.com/photo?fbid)[/caption]
Edmund Hillary sendiri sebenarnya bukan orang Inggris. Pendaki ini berasal dari Selandia Baru. Dia dilahirkan pada pada 20 Juli 1919 di Auckland, Selandia Baru.
Kecintaannya pada pendakian gunung berawal dari perjalanan wisata sekolahnya di gunung Ruapehu pada tahun 1935. Momen itu sangat mengesankannya, sehingga membuatnya memutuskan untuk menjadi pendaki gunung.
Hillary melakukan pendakian besar pertamanya pada tahun 1939, saat mencapai puncak Gunung Oliver. Gunung Oliver adalah satu dari 17 puncak Pegunungan Southern Alps di Selandia Baru. Puncak-puncak gunung lain segera dicapainya beberapa tahun berikutnya.
Setelah berhasil mencapai puncak Everest, dalam kurun waktu 1956-1965, Hillary mendaki 10 puncak lain di pegunungan Himalaya. Pada 1958 ia memimpin tim Selandia Baru mencapai Kutub Selatan.
BACA JUGA: Mengenang Kerberhasilan Pendakian Everest Pertama
Sebuah petualangan hebat juga dilakukannya pada tahun 1985. Saat itu dirinya menemani Neil Armstrong terbang melintasi Arktik dan mendarat di Kutub Utara.
Kegiatan sosial juga dilakukan Hillary setelah kegiatan petualangannya berkurang. Kecintaannya pada sherpa yang telah mendampinginya selama pendakian di Himalaya diwujudkannya dalam banyak perhatian pada mereka.
Sherpa adalah suku yang menghuni bagian lereng selatan Himalaya. Mereka sangat mengenal Himalaya, dan sesungguhnya merupakan pendaki-pendaki paling tangguh di Himalaya.
Untuk para Sherpa, dengan kemasyurannya Hillary membangun sekolah, rumah sakit, dan banyak fasilitas lain untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Pada 2003 Hillary akhirnya secara resmi dianugerahi kewarganegaraan Nepal, sebagai penghormatan atas jasanya bagi Nepal.
Sir Edmund Hillary meninggal dunia pada 11 Januari 2008. Sebagian besar sisa hidupnya diberikan untuk kecintaannya pada Sherpa. Orang-orang yang sangat dicintainya.