Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seperti dikutip dari buku Who Built the Great Wall of China, konstruksi bangunan ini telah mulai dibangun sejak periode Dinasti Qin, Dinasti Han, dan Dinasti Ming. Sehingga butuh waktu berabad-abad untuk mebangunnya.

Sementara itu dari Wikipidia menyebutkan, tembok ini sudah mulai dibangun sebelumm Dinasti Qin. Sekitar 722 SM-481 SM dan 453 SM- 221 SM pembangunan temmbok ini dirintis.

Tujuannya untuk menahan serangan musuh dan suku-suku dari utara Tiongkok. Pada masa-masa selanjutnya tembok diperbaiki atau dikonstruksi ulang. Kemudian juga ada pembangunan tembok baru.

Kaisar Qin Shi Huang yang pada tahun 220 SM di bawah perintah Kaisar Qin Shi mengumpulkan tenaga kerja sebanyak 300 ribu orang. Di masa ini tembok-tembok yang sudah ada disabungkan sebagai garis pertahanan.

Biaya dan korban jiwa yang mencapai jutaan orang membuat rakyat Qin marah. Sampai akhirnya Dinasti Qin digulingkan. Sementara pembangunan tembok tidak dilanjutkan.

Selanjutnya saat Kaisar Wudi berkuasa pada 140 SM-87 SM, renovasi dan pembangunan ulang tembok lama dilakukan lagi. Pengerjaannya membutuhkan waktu 20 tahun.

Tembok periode Han Wudi akhirnya bertambah panjang menjadi 1000 km. Tujuannya adalah untuk berlindung dari serangan bangsa Hun. Setelah bangsa Hun melemah, proyek pembangunan dilanjutkan.

Berlanjut pada era Dinasti Ming (1368-1644), setelah menaklukkan bangsa Mongol, tembok raksasa dari periode sebelumnya dikonstruksikan kembali. Sehingga panjang temboknya kini mencapai 5.650 km.Pada masa ini, Tembok Besar Tiongkok dibagi ke dalam 9 distrik militer yang dilengkapi benteng-benteng pertahanan dan pintu gerbang untuk mengawasi daerah perbatasan.Kemudian pada bagian atasnya dibuat jalan sebagai jalur transportasi. Pintu gerbang paling timur dinamakan Shanhaiguan dan pintu gerbang paling barat dinamakan Jiayuguan.BACA JUGA: Ini Destinasi Wisata Chinatown Paling Populer di Indonesia, Cocok Buat Liburan Akhir PekanBerdasarkan survey arkeology yang dilakukan, panjang tembok China ini secara keseluruhan mencapai 8.850 Km. Tembok ini membentang dari wilayah Korea Utara (Timur) sampai ke Propinsi Xinjiang Uighur (Barat).Namun survei arkeologi terbaru menyebutkan panjang tembok ini ternyata dua kali lipat dari yang sebelumnya disebut. Dari yang dirilis oleh The State Administration of Cultural Heritage (SACH) atau Badan Administrasi Negara urusan Peninggalan Budaya China menyatakan hal itu.Survei dimulai sejak tahun 2007 dengan melakukan pemetaan terhadap setiap jejak dinding di 15 provinsi di China. Terungkap bahwa dinding Tembok China memiliki panjang 13,170.6956 mil atau 21.196.18 kilometer.Survei ini mengungkapkan ada sekitar 43.721 situs warisan yang teridentifikasi terhubung dengan tembok raksasa ini. Angka yang mana yang pasti, namun Tembok Besar China memang sebuah keajaiban dunia.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler