Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pembangunan patung ini juga sempat terkendala karena krisis ekonomi 1998. Sehingga proses pembangunannya yang sudah dimulai sejaj 1997 akhirnya terhenti.

Pembangunannya baru dilanjutkan kembali mulai dari nol. Sebab ada beberapa perubahan konsep yang ditempuh untuk mewujudkan patung megah itu.

Seniman Bali, I Nyoman Nuarta, adalah penggagas dan creator dari pembangunan GWK. Namun dalam pelaksanaanya, ternyata melibatkan banyak sekali ahli dan tenaga kerja.

Setidaknya 1000 pekerja terlibat dalam pembuatan patung ini. Sebanyak 400 orang terlibat saat awal pengerjaan bagian-bagian patung di Bandung. Sedangkan 600 orang lainnya terlibat dalam pembangunan konstruksinya di Bali.

GWK terbuat dari tembaga. Desainnya sendiri memiliki 24 segmen yang dibentuk dalam 754 modul. Sebagian dari modulnya dikerjakan I Nyoman Nuarta, dan para pekerjanya di Bandung.

Perubahan konsep patung sempat terjadi setelah didiskusikan dengan para ahli konstruksi baja. Patung ini memang mengkombinasikan konstruksi baja dan seni patung tembaga.

Setelah sempat terhenti karena krisis ekonomi, proyek besar GWK dilanjutkan kembali. I Nyoman Nuarta harus merubah bentuk dari patung kreasinya, dengan alasan kekuatan dan ketahanan konstruksinya.BACA JUGA: Sempat Ditentang, GWK Kini Jadi Destinasi Wisata di BaliItulah mengapa di kawasan GBK juga terdapat Patung Dewa Wisnu berukuran setinggi 9 meter di lokasi yang disebut Plaza Wisnu. Kemudian juga ada patung Garuda setinggi 18 meter di lokasi yang kini disebut Plaza Garuda.Dua patung itu adalah desain awal yang sempat dibuat namun akhirnya tidak digunakan. Itu karena pada desain awal, ada beberapa kelemahan dari sisi konstruksi yang terkoreksi.Bisa dikatakan, sejak dimulainya kembali pembangunan GWK, I Nyoman Nuarta dkk harus memulai dari nol kembali. Sebagai penghormatan atas pekerjaan sebelumnya, bagian patung wisnu dan garuda tetap dipajang di Kawasan GWK.Sedangkan biaya pembuatannya konon GWK diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 September 2018 lalu ini, mencapai Rp1,4 triliun. Kini GWK menjadi salah satu kebanggan Indonesia dan masyarakat Bali pada khususnya. 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler