Bencana San Jose terjadi pada 5 Agustus 2010, ketika tambang emas milik perusahaan tambang Chili bernama Compañía Minera San Esteban Primera, runtuh. Dari ratusan penambang, 33 diantaranya terjebak di bawah tanah.
Selama 69 hari mereka berada di bawah tanah, namun bisa diselamatkan dengan sukses. Setidaknya mereka berada dalam keputusasaan selama 17 hari, sebelum pesan mereka diterima tim pencari diatas.
Selama 17 hari, mereka dihadapkan pada situasi ‘sekarat’ antara hidup dan mati. Dari pengakuan para penambang yang dikisahkan di buku ‘Buried A Live’ karya Manuel Pino Toro, situasinya sangat mencekam.
Pada awal kejadian, para penambang mencari satu dengan lainnya yang masih selamat. Mereka masih beruntung kemudian berkumpul, dan mulai menyusun rencana untuk tetap bisa hidup.
Perbekalan makanan dan minuman, dan semua peralatan yang bisa dimanfaatkan mereka inventarisir. Kemudian mereka mulai mencari jalan untuk bisa mengirim pesan ke luar.
Salah satu yang dicoba adalah dengan membuat api, dengan asumsi asap yang keluar bisa memberi tanda keberadaan mereka. Sehingga upaya pertolongan bisa dilakukan semaksimal mungkin.
Namun usaha ini gagal dan akhirnya mereka hentikan. Sementara di luar, untungnya usaha penyelamatan dilakukan dengan penuh tekad dan harapan besar. Sehingga meski sudah lewat satu pekan upaya penyelamatan terus dilakukan.
Luiz Urzua adalah pimpinan kelompok para penambang yang terjebak. Pria ini mampu memimpin kelompok kecil ini untuk melakukan berbagai usaha kolektif untuk bertahan hidup.Beruntung bagi mereka, disaat stok makanan dan air menipis, mata bor tim penyelamat akhirnya muncul. Saat itulah mereka berhasil mengirim pesan ke tim penyelamat.Sebuah kertas lusuh bertuliskan ‘Kami baik-baik saja di tempat perlindungan-33 penambang’ berhasil mereka tautkan di mata bor milik tim penyelamat. Itu adalah hari ke-17 mereka terjebak.
BACA JUGA: Lubang Terdalam Di Bumi, Ada Dimanakah?Sejak saat itu, praktis harapan mereka muncul. Pasokan makanan berhasil dikirim. Lalu peralatan komunikasi juga berhasil dibangun untuk mereka berkomunikasi dengan tim penyelamat.Meski belum sepenuhnya yakin bisa selamat, setidaknya di hari-hari selanjutnya sampai hari ke-69, mereka baik-baik saja. Tetapi mereka tetap harus menjalani hari-hari yang panjang di kegelapan.Rencana yang matang dari tim penyelamat, koordinasi dan komunikasi, serta dukungan hebat dari berbagai pihak, pada akhirnya menjadi kunci penyelamatan mereka. Menggunakan kapsul, satu persatu penambang ditarik dari kedalaman selama dua hari.
Murianews, Kudus – Bencana di tambang emas San Jose, Chili masih menarik untuk diketahui. Bagaimana bisa 33 penambang selamat di kedalaman 700 meter bawah tanah?
Bencana San Jose terjadi pada 5 Agustus 2010, ketika tambang emas milik perusahaan tambang Chili bernama Compañía Minera San Esteban Primera, runtuh. Dari ratusan penambang, 33 diantaranya terjebak di bawah tanah.
Selama 69 hari mereka berada di bawah tanah, namun bisa diselamatkan dengan sukses. Setidaknya mereka berada dalam keputusasaan selama 17 hari, sebelum pesan mereka diterima tim pencari diatas.
Selama 17 hari, mereka dihadapkan pada situasi ‘sekarat’ antara hidup dan mati. Dari pengakuan para penambang yang dikisahkan di buku ‘Buried A Live’ karya Manuel Pino Toro, situasinya sangat mencekam.
Pada awal kejadian, para penambang mencari satu dengan lainnya yang masih selamat. Mereka masih beruntung kemudian berkumpul, dan mulai menyusun rencana untuk tetap bisa hidup.
Perbekalan makanan dan minuman, dan semua peralatan yang bisa dimanfaatkan mereka inventarisir. Kemudian mereka mulai mencari jalan untuk bisa mengirim pesan ke luar.
Salah satu yang dicoba adalah dengan membuat api, dengan asumsi asap yang keluar bisa memberi tanda keberadaan mereka. Sehingga upaya pertolongan bisa dilakukan semaksimal mungkin.
Namun usaha ini gagal dan akhirnya mereka hentikan. Sementara di luar, untungnya usaha penyelamatan dilakukan dengan penuh tekad dan harapan besar. Sehingga meski sudah lewat satu pekan upaya penyelamatan terus dilakukan.
Luiz Urzua adalah pimpinan kelompok para penambang yang terjebak. Pria ini mampu memimpin kelompok kecil ini untuk melakukan berbagai usaha kolektif untuk bertahan hidup.
Beruntung bagi mereka, disaat stok makanan dan air menipis, mata bor tim penyelamat akhirnya muncul. Saat itulah mereka berhasil mengirim pesan ke tim penyelamat.
Sebuah kertas lusuh bertuliskan ‘Kami baik-baik saja di tempat perlindungan-33 penambang’ berhasil mereka tautkan di mata bor milik tim penyelamat. Itu adalah hari ke-17 mereka terjebak.
BACA JUGA: Lubang Terdalam Di Bumi, Ada Dimanakah?
Sejak saat itu, praktis harapan mereka muncul. Pasokan makanan berhasil dikirim. Lalu peralatan komunikasi juga berhasil dibangun untuk mereka berkomunikasi dengan tim penyelamat.
Meski belum sepenuhnya yakin bisa selamat, setidaknya di hari-hari selanjutnya sampai hari ke-69, mereka baik-baik saja. Tetapi mereka tetap harus menjalani hari-hari yang panjang di kegelapan.
Rencana yang matang dari tim penyelamat, koordinasi dan komunikasi, serta dukungan hebat dari berbagai pihak, pada akhirnya menjadi kunci penyelamatan mereka. Menggunakan kapsul, satu persatu penambang ditarik dari kedalaman selama dua hari.