Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Ada beragam catatan sejarah dan momen penting yang terjadi pada tanggal 1 Agustus dari tahun ke tahun. Selain dari dalam negeri, ada banyak catatan sejarah yang terjadi di berbagai negara lainnya.
Salah satunya adalah lahirnya Kyai Haji Ahmad Dahlan pada tahun 1868. Ahmad Dahlan lahir dengan nama Muhammad Darwi) adalah seorang Ulama Besar bergelar Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan pendiri Muhammadiyah. Beliau adalah putra keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga KH Abu Bakar, seorang ulama dan khotib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu dari KH Ahmad Dahlan adalah putri dari H Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu.
Silsilah keluarga Ahmad Dahlan
Nama kecil K.H. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwis. Beliau merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhan saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Beliau termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang yang terkemuka di antara Walisongo, yaitu pelopor penyebaran agama Islam di Jawa.
Pada umur 15 tahun, Ahmad Dahlan pergi haji dan tinggal di Makkah selama lima tahun. Pada periode ini, Ahmad Dahlan mulai belajar agama dengan melandaskan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Jamaluddin al-Afghani, Rasyid Ridha, dan Ibnu Taimiyyah. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888, ia berganti nama menjadi Ahmad Dahlan.
Pada tahun 1903, dia bertolak kembali ke Makkah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, dia sempat berguru kepada Syekh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri NU, K.H. Hasyim Asyari dan pendiri PERTI, Syekh Sulaiman Arrasuli.
Pada tahun 1912, ia mendirikan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah didirikan untuk mencapai cita-cita pembaruan Islam di bumi Nusantara. Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam.
Dia ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur’an dan hadis. Perkumpulan ini berdiri bertepatan pada tanggal 18 November 1912. Dan sejak awal Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.
Berikut daftar sejarah lainnya tanggal 1 Agustus, seperti dilansir dari Wikipedia:
1629
Gempa dan tsunami besar di zona megathrust Laut Banda tercatat mencapai Magnitudo 8,4.
1774
Joseph Priestley menemukan oksigen, membuktikan penemuan unsur kimia ini yang sebelumnya telah dilakukan oleh Carl Wilhelm Scheele.
1886
Hari lahirnya Kyai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah dan pahlawan nasional (w. 1923).
1927
Tentara Pembebasan Rakyat Republik Rakyat Tiongkok didirikan.
1957
Harian Keng Po pimpinan Injo Beng Goat dan Khoe Woen Sioe dilarang terbit oleh penguasa militer.
1960
Benin merdeka dari Prancis.
1981
Stasiun televisi MTV memulai siaran perdananya.
2000
Bom mobil meledak di depan rumah Duta Besar Filipina di Menteng, Jakarta Pusat.
2001
Peristiwa ledakan bom di Plaza Atrium, Senen, Jakarta.
2005
Meninggalnya Fahd, Raja Arab Saudi.
2009
Film Naruto Shippuden the Movie: The Will of Fire dirilis di bioskop Jepang.
2009
Meninggalnya Corazon Cojuangco Aquino, mantan presiden dan tokoh pembaharu Filipina; di Makati.
2011
Awal 1 Ramadhan 1432 H.



