Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kduus IAIN Kudus telah menerima mahasiswa dari Thailand sejak tahun 2018. Pada tahun tersebut, terdapat 11 mahasiswa yang berhasil didapatkan.

Kasubbag Layanan Akademik IAIN Kudus Sutanto mengatakan, 11 mahasiswa dari Thailand itu memang sempat belajar di kampus. Tetapi pada saat pandemi, Kedutaan Besar menarik mereka untuk dipulangkan.

”Selama berkuliah di sini, mereka mendapat fasilitas dari kampus. Mahasiswa asal Thailand mendapat beasiswa dari rektor IAIN Kudus berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) Rp 0,” kata Sutanto kepada Murianews.com, Jumat (2/8/2024).

Selain bebas biaya kuliah, mahasiswa Thailand juga mendapatkan uang saku sebesar Rp 500 ribu per bulan. Namun, saat ini kampus belum menyediakan tempat tinggal untuk mereka.

”Sebelum pandemi, disediakan tempat tinggal untuk mereka. Akan tetapi, setelah pandemi, yang kembali ke sini hanya empat orang, jadi tidak ada anggaran untuk tempat tinggal,” ujarnya.

Empat mahasiswa Thailand yang kembali belajar di IAIN Kudus telah lulus dan wisuda pada Juli 2024 lalu. Tiga di antaranya berniat melanjutkan studi S2 di IAIN Kudus.

Saat ini, IAIN Kudus belum menerima lagi mahasiswa dari luar negeri dan sedang merancang kegiatan untuk menjalin kerjasama dengan universitas luar negeri.

”Mahasiswa Thailand ini dulu bisa kuliah di IAIN Kudus bukan atas dasar kerja sama. Namun, waktu itu ada kenalan dari UIN Salatiga yang sering membawa mahasiswa dari luar, dan kami mencoba belajar dari dia,” terang Sutanto.

Aesoh Marae, salah satu mahasiswa IAIN Kudus dari Thailand menyatakan, ia memang berkeinginan kuliah di luar negeri. Ia mendapatkan beasiswa dan memutuskan untuk berkuliah di IAIN Kudus.

”Pada awalnya kesusahan dalam mempelajari bahasanya. Namun, sebenarnya sudah ada bekal karena saya juga memahami bahasa Melayu yang sedikit mirip dengan bahasa Indonesia,” ungkap Aesoh.

Ia menyatakan selama di IAIN Kudus, ia mempelajari lebih dalam tentang agama dan toleransi. Selain itu, biaya hidupnya pun juga terjangkau.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler