Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kudus memiliki nilai sejarah yang tinggi. Salah satunya bekas tempat pendidikan anak-anak Tionghoa. Ketiga SMP tersebut adalah SMP Negeri 1 Kudus, SMP Negeri 2 Kudus, dan SMP Negeri 3 Kudus.

Pegiat komunitas Cerita Kudus Tuwa, Yusak Maulana menyampaikan, SMP Negeri 1 Kudus awalnya berdiri dengan nama Hollandsche Chinesche School (HCS).

”Sekolah itu awalnya didirikan sebagai tandingan dari sekolah bahasa Mandarin Tiong Hoa Hwe Koen (T.H.H.K),” kata Yusak kepada Murianews.com pada Sabtu (3/8/2024).

HCS didirikan pada 9 Juli 1917. Hal ini berdasarkan laporan surat kabar lama De Locomotif edisi 17 Juli 1917 yang mengabarkan pembukaan HCS oleh Asisten Residen Kudus.

Awalnya, HCS berdiri sementara di bekas tempat penggilingan padi. Saat ini, SMP Negeri 1 Kudus masih mempertahankan bangunan lamanya, yaitu ruang kelas sebelah selatan dan aulanya.

Semenara SMP Negeri 2 Kudus dulunya merupakan Europeesche Lagere School (ELS). Meski tahun pastinya tidak diketahui, pada tahun 1914 sekolah ini sudah berdiri.

ELS merupakan tempat pendidikan bagi anak-anak Belanda, anak-anak orang timur asing, dan anak-anak pribumi terpandang. Pendidikan di ELS meliputi dua tingkatan, yakni dasar dan lanjutan.

”Mereka belajar membaca, menulis, bahasa, dan ilmu pasti. Kini bangunan lama yang masih dipertahankan adalah ruang kelasnya dengan jendela besar yang menjadi ciri khas bangunan lama,” jelas Yusak.

Kemudian SMP Negeri 3 Kudus diprediksi dulunya adalah Hollandsche Inlandsche School (HIS). HIS, sama seperti ELS, hanya saja pendidikan setelahnya yang membedakan.

”HIS itu nanti melanjutkan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sedangkan ELS melanjutkan ke Hogere Burgerschool (HBS),” terangnya.

Peralihan menjadi SMP Negeri 3 Kudus terjadi pada tahun 1963. Sekolah ini juga sempat berpindah-pindah lokasi.

”Pernah menggunakan Gedung Sekolah Guru Agama, lalu berubah menjadi Gedung Sekolah Pendidikan Guru. Pada tahun 1964, sekolah ini pindah menggunakan gudang tembakau rokok Bal Tiga Nitisemito,” sebut Yusak.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler