Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salah satunya adalah jatuhnya pesawat Indonesia AirAsia Penerbangan 8501 di Selat Karimata pada tahun 2014. Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 162 tewas.

Indonesia AirAsia Penerbangan 8501 (nomor penerbangan: QZ8501/AWQ8501) (sering disebut dengan Tragedi AirAsia QZ8501) adalah pesawat Airbus A320 milik Indonesia AirAsia (grup AirAsia) yang dinyatakan hilang kontak di sekitar Laut Jawa dekat Selat Karimata pada saat terbang dari Surabaya menuju Singapura pada tanggal 28 Desember 2014.

Baca juga: Catatan Sejarah dan Momen Penting Tanggal 27 Desember, Ini Daftarnya

Dengan 155 penumpang dan 7 orang kru di dalam pesawat (Total 162). Pada 30 Desember 2014, puing-puing pesawat ini telah ditemukan mengapung di Laut Jawa. Tubuh manusia juga ditemukan bersamaan dengan penemuan puing pesawat yang berjumlah 162 orang dinyatakan tewas.

Pada tanggal 20 Januari 2015, dilaporkan bahwa QZ8501 mengalami stall, yakni keadaan di mana pesawat kehilangan daya angkat yang pada umumnya disebabkan oleh tingginya hidung pesawat.

Pada tanggal 1 Desember 2015, hampir setahun persis tragedi QZ8501, Komite Nasional Keselamatan Transportasi akhirnya mengumumkan hasil akhir investigasi, yang menyatakan bahwa bagian rudder-travel-limiter pada bagian ekor pesawat mengalami kerusakan, dan kemudian ditanggapi oleh pilot dengan kesalahan yang fatal. Miskomunikasi antar pilot dan kopilot yang berlanjut akhirnya menyebabkan pesawat terjatuh.

Tragedi QZ8501 merupakan tragedi penerbangan terburuk ketiga dalam sejarah Indonesia, setelah kecelakaan Garuda di Medan pada tahun 1997 yang menewaskan 234 orang dan kecelakaan Lion Air di Laut Karawang pada tahun 2018 yang menewaskan 189 orang.

Tragedi QZ8501 juga merupakan kecelakaan pesawat terburuk ketiga di dunia pada tahun 2014, setelah Malaysia Airlines Penerbangan 17 dan Malaysia Airlines Penerbangan 370. Ini merupakan kecelakaan terburuk kedua yang menggunakan Airbus A320, setelah TAM Linhas Aéreas Penerbangan 3054 dan kecelakaan ketiga terburuk dalam keluarga A320, di bawah TAM 3054 dan Kogalymavia Penerbangan 9268.

Berikut daftar sejarah lainnya tanggal 28 Desember, seperti dilansir dari Wikipedia:

1768

Taksin yang Agung menjadi raja Siam dan memindahkan ibu kota dari Ayutthaya ke Thonburi.

1838

Perang Padri berakhir setelah benteng terakhir Padri di bawah pimpinan Tuanku Tambusai di Dalu-Dalu jatuh ke tangan Belanda.

1857

Perang Opium Kedua: Pertempuran Kanton.

1895

Sejarah film layar lebar: Menggunakan cinematographe (proyektor film) mereka, Lumière Bersaudara memperlihatkan gambar bergerak kepada penonton berbayar untuk pertama kalinya.

1949

Sehari setelah diakuinya kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda, Presiden berpindah kediaman dari Istana Yogyakarta ke Istana Merdeka.1954Persidangan Bogor diadakan.1976Hari lahirnya Deddy Corbuzier, pesulap dan presenter Indonesia.1982Maulid Nabi Muhammad SAW 1403 Hijriah.1992Bank Indonesia resmi mengedarkan uang pecahan Rp100, Rp 500, dan Rp 1.000.1999Saparmurat Niyazov dinyatakan sebagai Presiden Seumur Hidup di Turkmenistan.2000Hari Raya Idul Fitri 1421 Hijriah.2014Indonesia AirAsia Penerbangan 8501 jatuh di Selat Karimata. Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 162 tewas.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: wikipedia.org

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler