Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pekan Seni Santri Modern (Pesantren) digelar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Selasa (24/10/2023). Perlombaan yang digelar Ma’had Al-Jamiah IAIN Kudus ini diikuti oleh 95 santri dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Lurah Ma’had Al-Jamiah IAIN Kudus Irma Noviana mengatakan, pekan seni santri modern ini digelar dalam rangka memperingati milad ke-10 Ma’had Al-Jamiah IAIN Kudus yang sudah berdiri sejak 2013 silam.
Pekan seni santri modern ini, sambung dia, dibagi menjadi empat nomor perlombaan. Yakni, Musabaqah Hifdzil Quran, Musabaqah Qira’atul Kutub, Ghina’, dan Speech.
”Tahun ini, kami buka peserta yang lebih luas, 95 peserta ini dari berbagai daerah di Jawa Tengah, khsusunya di wilayah Eks-Karesidenan Pati,” katanya, Selasa (24/10/2023).
Ia menjelaskan, santri putra ataupun putri yang andil dalam ajang ini berusia 15-23 tahun. Lebih lanjut, ia menyebut ajang ini digelar untuk memberikan ruang santri untuk menyalurkan kreatifitas ataupun bakat seni yang dimiliki. Sehingga dengan digelarnya perlombaan ini para santri bisa semakin semangat untuk mengembangkan potensi masing-masing.
”Ruang untuk santri ini diharapkan bisa memacu dan mewujudkan capaian prestasi di berbagai bidang seni itu,” ujarnya.
Editor: Dani Agus



