Banyak Gen Z Dipecat dari Perusahaan, Ini 10 Alasannya
Zulkifli Fahmi
Rabu, 23 Oktober 2024 15:42:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Holly Schroth, dosen senior Haas School of Business di University of California, Berkeley menjelaskan, fokus Gen Z saat mengikuti ekstrakurikuler hanya untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi mereka.
Padahal, semestinya, kegiatan itu bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pengalaman kerja. Kondisi itu menyebabkan ’’harapan yang tak realistis’’ tentang tempat kerja dan bagaimana berurusan dengan atasan mereka.
’’Mereka (Gen Z) tidak tahu keterampilan dasar untuk interaksi sosial dengan pelanggan, klien, dan rekan kerja, atau etiket di tempat kerja,’’ kata Schroth seperti dikutip dari Euronews, Rabu (23/10/2024).
Akibatnya, perusahaan memiliki wewenang untuk melakukan orientasi karyawan baru dengan benar dan memberikan pelatihan yang cukup. Selain itu, bos perlu bertindak sebagai pelatih sekaligus manajer.
Sementara, Kepala Penasihan Pendidikan dan Pengembangan Karier Intelegent, Huy Nguyen mengatakan, banyak lulusan perguruan tinggi baru-baru ini kesulitan memasuki dunia kerja untuk kali pertama.
’’Karena hal itu bisa sangat berbeda dari apa yang biasa mereka alami selama belajar. Mereka sering kali tidak siap menghadapi lingkungan yang kurang terstruktur, dinamika budaya tempat kerja, dan ekspektasi pekerjaan yang mandiri,’’ katanya.
- 1
- 2
- 3
- Selengkapnya



