Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Ibnu Sina akhirnya hijrah ke Isfahan, Iran. Di tempat ini kemudian, Ibnu Sina menetap dan mendirikan rumah di sana.

Meski dekat dengan penguasa, Ibnu Sina tak mau terlibat dalam politik. Ia pun fokus pada pekerjaannya sebagai dokter.

Sayang, Ibnu Sina tetap tak bisa mendapatkan kedamaian. Ia selalu dihadapkan dengan perang saudara.

Ibnu sina pun akhirnya melarikan diri dari Ifsahan bersama Ala El Dowleh. Padahal, saat itu kesehatannya sedang memburuk.

Ibnu Sina kemudian kembali ke Hamedan mengikuti Ala El Dowleh. Tak lama setelahnya Ibnu Sina meninggal di kota yang mengejar dan memenjarakannya pada 1037 di usia 58 tahun.

Ia dimakamkan di Hamedan, dekat Teheran, iran. Makamnya telah diubah menjadi sebuah museum pada tahun 1950 M.

Museum tersebut dilengkapi dengan perpustakaan dengan ribuan koleksi buku. Dalam bidang sejarah intelektual tercatat sebanyak 450 judul karya Ibnu Sina, namun hanya 240 judul yang terselamatkan sampai era modern.

”Al-Qanun Fil-Tibb” merupakan karya terbesar Ibnu Sina dalam bidang kedokteran yang sangat berpengaruh di dunia.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler