Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Sebelum bermaksud menyembelih sang pangeran, Ibnu Sina mengasah pisau itu dengan batu hingga tampak sangat tajam. Ibnu Sina berpenampilan bak seorang jagal yang sangat kejam dan tak kenal ampun.

Tak lama setelah itu, sang pangeran membaringkan diri dan Ibnu Sina mengangkangi dada sang pangeran seolah-olah dia benar-benar akan menyembelihnya.

Tetapi setelah menyentuh lengan dan beberapa bagian dari tubuh sang pangeran, Ibnu Sina mengatakan, “Sapinya sangat lemah dan mudah remuk, tidak ada gunanya menyembelih binatang yang sedemikian lemah.”

Ibnu Sina lalu menyarankan agar sapi makan terlebih dahulu hingga kenyang baru kemudian dapat disembelih.

Sang pangeran yang dalam imajinya merupakan seekor sapi itu setuju atas usul sang jagal. Ia kemudian mulai memakan apa saja dari makanan yang disodorkan padanya.

Makanan itu telah dicampuri obat yang tepat dengan dosis yang pas oleh Ibnu Sina. Perlahan, kondisi Sang Pangeran pun membaik dan akhirnya sembuh baik secara jasmani maupun rohani.

Kisah itu dituliskan dalam buku karya Dr Hamid Naseem Rafiabadi berjudul Saint and Savior of Islam, (Sarup & Sons; New Delhi, 1st Edition, 2005: 282).

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler