Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Di era itu, Barcelona juga ikut membuat proyek galacticosnya sendiri, yakni mendatangkan Luis Suarez dan Neymar untuk menemani si Kutu Lionel Messi dan membuat trio MSN.

Kini, Real Madrid memiliki Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Kylian Mbappe. Sedangkan Barcelona, ada Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Robert Lewandowski.

Namun, jauh sebelum era modern tersebut, terdapat sejarah panjang yang menjadi awal mula terjadinya El Clasico.

Melansir dari berbagai sumber, sejarah perseteruan Real Madrid dan Barcelona terjadi sejak Jenderal Franco berkuasa pada sekitar 1930 sampai 1970-an.

Keditatoran Jendral Franco telah membuat friksi di Spanyol. Hubungan Castilian dengan etnis lainnya, seperti Katalan pun memanas.

Pada saat itu, Jenderal Franco melarang rakyat Catalonia untuk mengenakan atribut berbau katalan. Franco bahkan juga melarang bangsa Katalan menggunakan bahasa mereka dalam percakapan sehari-hari.

Kebencian rakyat Katalan pun makin meningkat mengiat tekanan yang diberikan Jenderal Franco. Laga, Barcelona vs Real Madrid pun menjadi simbol perlawanan rakyat Katalan untuk melawan.

Cawe-Cawe FIFA...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler