Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Kemampuan ini mereka dapatkan secara turun-temurun dalam kehidupan kelompok Suku Bajo. Kemampuan menyelam adalah ciri khas mereka, yang bahkan sudah diakui oleh dunia.

Pelaut-pelaut Suku Bajo dikenal memiliki kemampuan menyelam sangat luar biasa. Mereka bisa menahan nafas dalam air dalam waktu lama. Bahkan ada literatur yang menyebut hingga 13 menit di dalam air.

Ketrampilan berburu ikan dengan cara menyelam untuk kemudian menombak ikan, adalah trade mark suku Bajo. Jurnal-jurnal internasional bahkan sudah sering melaporkannya sebagai salah satu keunikan sebuah etnis yang ada di dunia.

Suku Bajo, seperti dilansir dari Kanal YouTube Kementrian Kelautan dan Perikanan, sejaranya berasal dari kepulauan Zulu di Filipina. Kemampuannya berlayar membuat mereka akhirnya tersebar di sejumlah wilayah di Asia Tenggara.

Dari kegemarannya dan kehandalan mereka mengarungi lautan, Suku Bajo akhirnya menjadi kelompok-kelompok etnis di Malaysia, Thailand, Filipina dan Indonesia. Suku Bajo yang ada di Indonesia, kini menjadi yang terbesar dan terkenal.

Dalam tradisinya yang masih hidup hingg saat ini, Suku Bajo dikenal memiliki keberanian luar biasa sebagai pelaut. Mereka memiliki perahu khas yang dikenal dengan nama lepa-lepa.

Di masa lampau Lepa-Lepa inilah yang digunakan Suku Bajo sebagai tempat mereka tidur, memasak dan bertahan hidup di lautan. Namun kini, seiring perkembangan watu, mereka sudah mendirikan rumah sendiri.

Meski demikian rumah yang mereka dirikan tetap tidak jauh dari laut. Rumah-rumah panggung mereka dirikan di atas perairan laut. Biasanya di perairan dangkal yang dipenuhi karang.

Penyelam Ulung...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler