Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Di Indonesia Timur, ada etnis yang unik dengan cirikhas sebagai masyarakat maritim. Namanya adalah Suku Bajo, yang dikenal sebagai jago selam tiada tanding.

Dilansir dari BBC, sebuah penelitian ilmiah yang dituangkan dalam jurnal Cell, menyebut para pelaut Suku Bajo telah mengalami evolusi dan adaptasi genetik. Kehidupan mereka yang selalu erat dengan laut, membuat mereka berubah menjadi penyelam alami yang luar biasa.

Mereka, para pelaut Suku Bajo bahkan dijuluki sebagai ‘manusia ikan’ karena secara nyata mampu menyelam hingga belasan menit dalam sekali tarikan nafas. Ini nyata, dan bukan mengada-ada.

Ada beberaa perubahan genetik yang dialami masyarakat Suku Bajo. Mereka diketahui memiliki ukuran limpa setengah kali lebih besar dibanding manusia biasa.

Dengan limpa yang lebih besar, para pelaut Suku Bajo diyakini mendapatkan pasokan oksigen lebih saat menyelam. Limpa mereka berkontraksi kuat, untuk bisa memompa cadangan oksigen ekstra ke aliran darahnya.

Hebatnya, limpa besar ini selalu dimiliki orang-orang Suku Bajo yang dilahirkan. Buka karena latihan bertahun-tahun, seperti yang sempat diduga sebelumnya.

Ukuran Limpa yang besar ini, menurut penelitian ilmiah yang dilakukan terjadi karena adanya perubahan gen pada DNA suku Bajo. Ada variasi tertentu pada gen mereka yang berhubungan dengan pelepasan hormon tiroid pada pembentukan limpa mereka sejak dalam kandungan.

Pada gen DNA suku Bajo lainya, juga ada variasi yang muncul. Gen ini memicu kebiasaan saat menyelam pada mereka.

Hipoksia...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler