Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

’’Ada empat tokoh yang berperan penting dalam penyebaran agama dan dihormati di Mlati Lor, yaitu Mbah Lebai, Mbah Jumput, Mbah Sedet, dan Mbah Budho,’’ ucap Umar.

Mbah Lebai, juga dikenal sebagai Mbah Panjang, adalah seorang kiai yang menikahkan Raden Ayu dengan Sunan Kudus.

Mbah Jumput, atau Sin Jun Pho dalam sebutan Tionghoanya, adalah asisten dari Sunan Bonang.

Mbah Sedet adalah cikal bakal Desa Mlati Lor. Mbah Budho memiliki makam dengan arah barat ke timur, yang unik dibandingkan dengan makam lainnya.

Keempat tokoh ini sering dijadikan tempat ziarah oleh masyarakat, khususnya untuk acara hajatan seperti pernikahan.

Selain tokoh-tokoh tersebut, Mlati Lor juga memiliki seorang ahli ilmu falak yang terkenal, yaitu KH Abdul Djalil Hamid.

Penulis: Arum Maulidatun
Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler