Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Saat perayaan haul Mbah suryo kusumo, digelar kirab budaya yang diikuti masyarakat Desa Kirig dan Desa Mejobo. Karena sesepuh Kiai Haji Said yang berasal dari Desa Kirig masih ada hubungan kekerabatan dengan Mbah Suryo Kusumo.

’’Hasil bumi yang berbentuk kerucut diarak keliling desa, lalu dibagikan ke masyarakat di halaman utama Makam Boto Putih,’’ ucap Kiai Subkan.

 

Melansir dari laman resmi Desa Mejobo, setiap 12-16 Maulud, Pemerintah Desa Mejobo dan masyarakat setempat mengadakan Buka Luwur dan memperingati Haul Mbah Eyang Suryo Kusumo.

Di acara itu, dilakukan Kirab Budaya berkeliling Kanpung sambil mengiring Gunungan Hasil Bumi dan Nasi Tiwul, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Kegiatan itu sekaligus untuk memberikan penghargaan dan menghormati perjuangan dan peninggalan ilmu, Budaya, Sejarah Mbah Eyang Suryo Kusumo sebagai cikal bakal pendiri Desa Mejobo.

Jejak Suryo Kusumo tidak hanya menjadi sejarah, tetapi juga warisan spiritual dan budaya masih tetap lestari di Desa Mejobo.

Editor: Zulkifli Fahmi
Penulis: Tia Dwi Octafiani (mahasiswa magang PBSI UMK)

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler