Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Lebih lanjut, Asti memaparkan, tafsir lainnya datang dari literatur Jawa klasik. Dalam karya Soedjipto Abimanyu berjudul Intisari Kitab-kitab Adiluhung Jawa Terlengkap (2014), kisah Ki Ageng Selo menangkap petir dimaknai sebagai kiasan.

”Penangkapan petir sebenarnya adalah simbol kemampuan Ki Ageng Selo dalam mengendalikan hawa nafsu,” kata dia.

Hal itu juga ditegaskan R. Ng. Suradipura dalam Serat Tembang Andupura. Kiasan itu merupakan bentuk pujian atas sifat-sifat Ki Ageng Selo.

”Jadi itu pujian kepada Ki Ageng Selo karena sifanya yang berbudi luhur, tabah, gagah perkasa, pandai, dan sakti. Tingkah lakunya lembut, rendah hati, suka menolong yang menderita, bijaksana, serta mahir berbahasa dan sastra,” tandasnya.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler