Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, KudusIbnu Sina dikenal sebagai bapak kedokteran dunia. Banyak karya-karya terkait kedokteran yang dituliskannya, salah satunya “Al-Qanun fil-Tibb”.

Buku itu merupakan sebuah ensiklopedia medis monumental yang menggabungkan pengetahuan medis dari berbagai budaya dan peradaban sebelumnya.

Salah satu teori kesehatan yang sangat terkenal dari Ibnu Sina yakni, sakitnya seseorang tak melulu disebabkan lemahnya fisik. Namun, juga disebabkan kondisi kejiwaan yang lemah.

Teori itu ditemukannya ketika menangani seorang pasien yang sakit secara fisik tetapi bukan disebabkan karena gangguan fisik melainkan kejiwaannya sedang melemah.

Pada suatu hari, Ibnu Sina dipanggil seorang pejabat tinggi sehubungan adanya seorang pangeran yang sedang terganggu jiwanya.

Gangguan itu berupa melankoli dan halusinasi yang kemudian berkembang menjadi delusi. Delusi sendiri merupakan gangguan mental.

Di mana, penderitanya tak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang imajinasi. Akibatnya, sang penderita meyakini dan bersikap sesuai dengan yang ia pikirkan.

Akibat delusi itu sang pangeran merasa dan berpikir, dirinya adalah seekor sapi. Ia tak lagi mau makan makanan sebagaimana biasa dimakan manusia.

Tak Seorang pun Memahami...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler