Kisah Al Khawarizmi dan Penemuan Angka Nol yang Mengubah Peradaban
Zulkifli Fahmi
Kamis, 13 Maret 2025 04:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sebelumnya, peradaban kuno, seperti Romawi dan Mesir tak memiliki konsep angka nol. Sistem angka mereka tidak memungkinkan perhitungan yang kompleks atau penulisan angka besar dengan efisien.
Angka nol sendiri datang dari sistem angka India yang diperkenalkan Al Khawarizmi ke dunia Islam melalui perdagangan dan pertukaran budaya. Itu sebagaimana dalam karyanya berjudul ”On the Calculation with Hindu Numerals”.
Menurut Berggreen (1986) dalam bukunya berjudul ”Episodes in the Mathematics of Medieval Islam”, menyebutkan Al Khawarizmi tak hanya mengenalkan angka nol ke dunia Islam.
Ia juga mengembangkan sistem posisional yang kita kenal sekarang sebagai sistem desimal. Dalam bukunya Kitab al-Jabr wa al-Muqabala atau Buku tentang Pemulihan dan Pengurangan, Al Khawarizmi menjelaskan bagaimana angka nol berfungsi sebagai placeholder.
Dengan begitu, adanya angka nol memungkinkan penulisan angka seperti 10, 100, atau 1000 dengan mudah. Konsep ini menjadi dasar bagi sistem bilangan yang digunakan di seluruh dunia saat ini.
Penemuannya pun berdampak besar pada dunia matematika, sains, dan teknologi. Tanpa adanya angka nol, mungkin perkembangan teknologi tak sepesat saat ini.
Dalam buku ”A History of Mathematics” karya Boyer dan Merzbach (2011), angka nol memungkinkan perhitungan yang lebih kompleks, termasuk aljabar, kalkulus, dan fisika modern.
Fondasi Perkembangan Digital...




