Selain Teleskop Hubble Apakah ada Teleskop Antariksa lainnya?
Budi Santoso
Selasa, 10 Oktober 2023 19:11:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Ternyata teleskop Hubble bukanlah satu-satunya teleskop antariksa yang ada di dunia. Ada beberapa teleskop antariksa yang juga dipasang di antariksa untuk penelitian alam semesta.
Teleskop Antariksa Kepler, adalah teleskop antariksa lain diluar teleskop Hubble yang telah dipasang. Kepler adalah teleskop luar angkasa yang diluncurkan oleh NASA pada tahun 2009.
Teleskop ini dipasang dengan tujuan utama untuk mencari eksoplanet (planet di luar tata surya kita) yang berada dalam zona layak huni bintang-bintang lain. Kepler telah mengidentifikasi ribuan planet di luar tata surya kita sebelum misi utamanya selesai pada tahun 2018.
Kemudia juga ada teleskop Antariksa Spitzer, yang diluncurkan ke luar angkasa oleh NASA pada tahun 2003. Ini adalah teleskop inframerah yang telah digunakan untuk mengamati berbagai fenomena kosmik, termasuk pembentukan bintang, galaksi jauh, dan eksoplanet. Misi Spitzer berakhir pada tahun 2020.
Teleskop Antariksa Chandra X-ray Observatory juga merupakan salah satu teleskop luar angkasa selain teleskop Hubble. Ini adalah teleskop luar angkasa yang diluncurkan oleh NASA pada tahun 1999.
Teleskop ini mengamati alam semesta menggunakan sinar-X dan telah memberikan wawasan penting tentang sifat-sifat objek yang sangat panas. Diantaranya, seperti bintang neutron dan lubang hitam.
Teleskop antariksa lainnya adalah teleskop Planck, yang diluncurkan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) pada tahun 2009. Misi ini bertujuan untuk memetakan radiasi latar belakang kosmik, yang merupakan radiasi sisa dari Big Bang. Data dari Planck telah memberikan wawasan mendalam tentang kosmologi dan struktur alam semesta.
Berikutnya ada teleskop antariksa James Webb yang diluncurkan oleh NASA dan ESA pada 2021 lalu. Teleskop ini akan menjadi salah satu teleskop penting untuk mengamati alam semesta pengganti Hubble dan Spitzer.
Ada banyak lagi misi dan teleskop antariksa lainnya yang telah atau sedang diluncurkan untuk menjelajahi alam semesta. Semua teleskop ini berkontribusi pada penelitian dan pemahaman kita tentang kosmos.



