Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah memiliki 123 desa dan 9 kelurahan. Setiap desa memiliki sejarahnya masing-masing, tek terkecuali Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo.

Desa ini terletak pinggir wilayah Kota, Kabupaten Kudus. Tepatnya, di sisi timur Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Desa Mejobo menjadi pusat perekonomian dari Kecamatan Mejobo. Di sana terdapat perindustrian dan Pasar Brayung yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Kondisi itu tak lepas dari tokoh besar Suryo Kusumo yang membesarkan wilayah tersebut. Ia merupakan keturunan dari Kerajaan Mataram Yogyakarta.

Ketua Pengurus Makam Suryo Kusumo mengatakan, setelah memutuskan masuk Islam, Suryo Kusumo kemudian menetap di Desa Mejobo.

Di desa itu, ia kemudian menyebarkan agama Islam dan membuatnya dihormati masyarakat. Akhirnya, ia pun diangkat menjadi kepala desa atau Ki Demang.

Karena Suryo Kusumo masih trah Kerajaan Mataram, wilayah yang menjadi tempat tinggalnya pun terbebas dari pajak atau disebut tanah perdikan atau merdikan yang artinya bebas.

’’Mbayar pajak kejaba tanah iki, artinya selain daerah ini tetap membayar pajak,’’ jelas Kiai Subkan.

Ungkapan Kejaba Inilah...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Edukasi Terkini

Terpopuler