Ronjok Sayak, Tradisi Unik Suku Serawai di Malam Takbiran
Cholis Anwar
Jumat, 28 Maret 2025 10:58:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Bengkulu – Masyarakat Suku Serawai di Bengkulu memiliki tradisi unik yang dilakukan pada malam takbiran dan tanggal 27 Ramadan, yaitu Ronjok Sayak.
Tradisi ini digambarkan dengan pembakaran gunungan batok kelapa sebagai bentuk ungkapan syukur dan penghormatan kepada leluhur.
Mengutip dari Wikipedia, Suku Serawai merupakan suku bangsa terbesar kedua di Bengkulu, yang sebagian besar bermukim di Bengkulu Selatan.
Konon, leluhur suku ini berasal dari tokoh bernama Serunting Sakti, yang dikenal dengan gelar Si Pahit Lidah.
Sementara Ronjok Sayak dalam bahasa setempat berarti batok kelapa. Dalam tradisi ini, batok kelapa disusun secara vertikal hingga membentuk gunungan tinggi, yang kemudian dibakar serentak setelah salat Isya.
Tidak seperti perayaan malam takbiran pada umumnya, Ronjok Sayak dilakukan dalam suasana khidmat.
Masyarakat berdoa selama pembakaran gunungan batok, dengan harapan doa mereka dapat tersampaikan kepada leluhur dan arwah keluarga yang telah meninggal dunia.
Makna religius...
- 1
- 2



