Kisah Al Khawarizmi dan Penemuan Angka Nol yang Mengubah Peradaban
Zulkifli Fahmi
Kamis, 13 Maret 2025 04:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Dunia matematika, sains dan teknologi tak bisa lepas dari angka nol yang ditemukan seorang ilmuwan dan matematikawan Islam, Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi.
Penemuan angka nol yang mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya benar-benar mengubah peradaban dunia. Ya, Al Khawarizmi merupakan sosok jenius di balik penemuan pada abad ke-9 itu.
Tak hanya dikenang sebagai penemu angka nol, Al Khawarizmi juga dikenal sebagai bapak aljabar dan salah satu ilmuwan terbesar dalam sejarah.
Karya dan penemuannya tak hanya mengubah dunia matematika. Penemuannya juga membuka pintu perkembangan sains dan teknologi yang kita nikmati hari ini.
Dunia yang semakin terdigitalisasi ini juga tak jauh dari penemuan angka nol. Di mana angka nol dan satu menjadi dasar dari bahasa pemrograman atau kode komputer.
Melansir dari berbagai sumber, Al Khawarizmi lahir pada tahun 780 Masehi di Khwarezm, Persia, atau yang saat ini dikenal sebagai Kota Khiva, Uzbekistan.
Setelah beranjak dewasa, ia bekerja di Bayt al-Hikmah Baghdad. Tempatnya bekerja merupakan pusat pembelajaran dan penerjemahan yang didirikan Khalifah Al-Ma’mun dari Kekhalifahan Abbasiyah.
Di sanalah Al Khawarizmi mengembangkan karya-karyanya yang revolusioner, termasuk penemuan angka nol.
Dasar Sistem Bilangan...




