Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Di zaman keemasan Islam, banyak penemuan-penemuan yang mengubah peradaban dunia ilmu pengetahuan. Salah satu tokohnya yakni Jabir bin Hayyan.
Ia lahir di Khurasan Iran pada 721 Masehi atau 100 H. Nama lengkapnya yakni Abu Musa Jabir bin Hayyan Al-Shufiy Al-Azadiv.
Dunia barat mengenalnya dengan nama Geber. Jabir bin Hayyan merupakan pemikir dan ilmuwan Musim pada awal abad pertengahan.
Ayahnya berupakan ahli obat-obatan yang terlibat intrik politik hingga akhirnya dieksekusi tak lama setelah Jabir lahir.
Keilmuan ayahnya itu kemudian menurun pada Jabir. Ia dikenal sebagai bapaknya ilmu kimia.
Banyak karya besar di bidang kimia, alkimia hingga filosofi yang dilahirkan. Karya-karyanya bahkan banyak diterjemahkan dan didistribusikan ke seluruh pusat pembelajaran Eropa.
Berkat kontribusinya yang sangat besar dan dianggap telah meletakkan dasar-dasar kimia modern, Jabir bin Hayyan kemudian dikenal sebagai Bapak Ilmu Kimia Modern.
Melansir dari berbagai sumber, Jabir bin Hayyan saat muda kerab berpindah-pindah. Saat ayahnya dieksekusi, keluarganya terpaksa berpindah ke Arab.
Belajar dari Keturunan Nabi Muhammad...




